Tampilkan postingan dengan label My Diary - My life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Diary - My life. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Seakan Sepertiga Mimpiku Menjadi Nyata

Tertawa saat ku baca tulisanku yang berjudul "Sepucuk Surat Rindu" yang padahal belum tentu dia pernah membacanya..... saat itu istirahatnya ia dari dunia maya sangat membuatku sadar bahwa aku mulai jatuh hati..
dan dengan cepat aku berusaha untuk menjauh dan membuang rasa yang tak semestinya itu.
Berpikir hanya dengan menulis tulisan selanjutnya yang berjudul "STOP" aku akan benar-benar melupakan rasa itu.. dan ternyata rasa itu diam-diam terus bersemayam di dalam hati...
Hingga akhirnya aku menyerah.. ku pasrahkan segalanya pada Pemilik hati yaitu Rabb-ku.

Diam-diam menahan dan menyembunyikan rasa suka...
Diam-diam berharap lewat lantunan doa...
Diam-diam aku menahan sakitnya, ketika ia muncul dan tak menyapa
Diam-diam aku merasa sedih, karena ia membicarakan sosok idamannya
Diam-diam aku merasa kecewa dengan munculnya rasaku ini

Dan kini sepertiga mimpiku
Seakan mulai terwujud
Kau bilang ingin mengenalku
Kau bilang ingin perjuangkanku

Dan muncul lah rasa takut
Disaat kau baru mulai ingin mengenalku
Diriku malah telah lebih dulu menyukaimu
Dan disaat kau bilang belum tentu berakhir dengan semestinya
Diriku mulai merasa sedih, ku takut sembari menantimu
Kau sembari pula melirik yang lebih baik dariku

Seakan sepertiga mimpiku menjadi nyata
Aku tersenyum begitu riang berpikir mungkin ini hadiah
Meskipun ternyata aku salah
Aku tetap bersyukur pernah mengenalmu
Sudah saatnya aku kembali jadi diriku yang dulu
Tetap diam dan berdoa
Meski kini kau begitu membingungkanku..
Aku tetap berharap akhir dari penantianku
Yang hadir itu kau yang ku cinta

Meskipun tidak bilang itu tetap cinta bukan?
Tak akan berkurang nilainya :)
Namun, jika ini semua tidak terwujud...
Berarti ini memang hanya mimpi..
Mimpi yang sangat panjang dan indah tuk diceritakan
Ku ucapkan terima kasih,dan semoga kau dapatkan uhkti shalihah. Aamiin

Rabu, 22 Januari 2014

Stop

Aku masih begitu polos.. Masih sering bingung dengan apa yang ku rasa.. Masih salah arti dan ragu juga.. Yah mungkin ku rasa cukup, saatnya mengistirahatkan hati...
Biar saja Allah yang mengatur semua-Nya. :-)

Sepucut Surat Rindu

Tempat ini ramai,
namun mengapa terasa sepi
Dinding ini penuh,
namun dimataku tak terlihat apapun

Naik turun sorotan mataku
ku perluas pula pandanganku
Berulang kali jemari ku mencari
menu
untuk menemukan sumber tawaku
Berulang kali jemari ku meremas
kekecewaan dihadapanku

Engkau yang memang jauh dari jangkauanku kemanakah kini?
Ku cari kau tanpa tahu arah
Ku cari kau tak kenal lelah
walau tersesat dan bingung
ku tak akan pasrah dan menyerah

Hilangmu bagai buih di lautan Usahaku menjagamu dari hilang
Tak mampu ku lakukan
Hanya menatap harapan kosong

Di depan layar ini ku pejamkan mata
mengerut terkejut ekspresiku sementara
Bak merasa ditiup angin dingin
Ku tutup kembali ruang ini

Dengan hela nafas yang gemuruh Hatiku memanggil....
Hatiku memanggil....
Engkau yang sedang ku rindui
Engkau yang ku inginkan ada disisi
Hadirlah.. jangan buat ku merasa sepi seperti ini
Hadirlah.. dengan kepolosanmu yang menentramkanku
Hadirlah.. dengan sesederhana sikapmu yang membuatku terpesona

Dengan apa adanya dirimu
Ku bahagia mengenalmu
Ku bahagia tiada tara
Saat sadar engkau dapat menjadi sumber tawaku
Engkau membuat kemurungan menjadi keceriaan
semoga engkau segera hadir
Hatiku masih memanggil namamu

Senin, 06 Januari 2014

Hadirnya Sejuta Rasa

Entah sudah berapa kali ku katakan pada diriku sendiri :
"Hei kamu!! jangan memikirkan rasa itu, karena semakin dipikirkan maka akan semakin dirasa, semakin dirasa maka akan semakin mencurah, semakin tercurah maka akan semakin berontak, semakin berontak maka akan semakin menjadi gundah dan dilema"

Memang awalnya aku biasa-biasa saja, entah sejak kapan perhatian ini tertuju padanya, saat-saat ku merasa bosan dengan perkuliahan dan memainkan HP sebentar ku lihat banyak tingkahnya yang dapat menghibur diri ini.
Aku juga masih bingung rasa apa ini? tapi yang jelas ku selalu tepuk pipiku meyakinkanku bahwa yang ku rasa bukanlah rasa itu...
Hingga akhirnya aku bermimpi,
mimpi yang sangat sulit untuk ku percayai, mengapa bisa bermimpi seperti itu? mengapa ada dia? sejak saat itu aku merasa ada yang berubah dari diriku... sebisa mungkin ku tolak tetapi tetap saja ada sesak.

Sejak saat itu sebisa mungkin  sebenarnya aku ingin menjauh dengan perlahan-lahan..
tetapi sulit untuk ku lakukan...
malah ada beberapa tindakanku yang membuat diriku terkejut sendiri..

Berkali-kali ku rasa pedih, berkali- kali ku coba untuk acuh, berkali-kali ku rasa senang, berkali-kali ku coba lupakan, berkali-kali ku tertegun berkali-kali ku katakan "tidak"

Aku masih takut untuk merasakan sakit, aku masih takut untuk memulai lagi, aku masih takut untuk kecewa pada diri sendiri lagi, dan aku masih takut bersedih lagi. Ya Rabb ku jika tidak baik hilangkanlah rasa ini dalam diamku... tetapi jika baik maka jagalah rasa ini dalam diamku agar terjaga dari rasa yang tak semestinya sampai Engkau meridhoinya. aamiin

Kamis, 12 Desember 2013

Penemuan Hari Ini

Hari ini sewaktu merapikan buku, aku menemukan catatan harianku... sudah lama aku berhenti menulis... cerita indah yang tertulis disana hanya kepalsuan semata... Takut ku rasa saat membukanya... Cerita sedih dan bahagia terlihat sama saja.. Memang begitu adanya.. Sejenak ku terdiam dan menghela nafas... Lembar demi lembar ku baca hanya sesak yang ku rasa... Ingin sekali ku membakarnya.. tapi urung ku lakukan karena ku berpikir mungkin suatu saat nanti bisa dijadikan pelajaran... mungkin suatu saat nanti bisa jadi koreksi untuk diri ataupun orang lain.. Dan catatan harianku itu juga merupakan saksi perjalanan hidup ku selama beberapa tahun.. Kini kembali ku simpan buku kemarat itu hahaha Ingin rasanya di halaman terakhir nanti aku menambah kan sedikit cerita dan sepotong kalimat yaitu... "AKU BAHAGIA" :-)

Senin, 09 Desember 2013

Percaya dalam Penantian

Ketika orang tua berharap
Sampai berdecak kagum dengan kata "semoga"
Apakah ada yang ingin mengelaknya?
Tidak! sesungguhnya hati nurani hanya ingin memenuhinya

Pesannya, Jagalah dirimu nak...
Tundukkan pandanganmu...
Jangan sengaja berlemah lembut pada yang bukan mahram mu..
Bersikaplah yang biasa saja...
Lindungi kehormatanmu...
Jangan dekat dengan siapa pun...
Jalani lah ta'aruf, "Mama akan sangat senang sekali, jika kamu bisa begitu nantinya", sembari tersenyum elok dipandang wajahnya...

Dengan tersenyum ku katakan "aamiin"..
Entah sudah keberapa kalinya beliau mengatakan itu...
Dalam hati aku hanya tertegun,
Aku tidaklah secantik mawar di taman
Aku tidaklah seperti melati yang semerbak harumnya
Aku bukanlah anggrek yang menawan dan anggun eloknya
Aku hanya bunga biasa yang mekar di taman itu...
Bunga biasa yang memiliki harapan tinggi
Bunga yang hanya bisa terus menerus berusaha memperbaiki diri
Bunga yang hanya bisa menanti dengan doa dan kesabaran...
Berharap dapat wujudkan harapan sang Bunda yang tercinta

ketika rasa harus disimpan
Sesak terasa mengekang di jiwa
Aku tak tahu apakah ini baik
Tapi ia mengatakan "itu baik, dalam diam bersabarlah."

Sejujurnya masih ada rasa khawatir dalam hati...
Bertanya bagaimana cara mengalihkan rasa itu?
Bilamana ia muncul tiba-tiba..
Bagaimana caraku untuk menunjukkan bahwa aku ingin berkata "iya",
Sementara ada batas yang terus mengingatkan ku untuk menjaga niat dan inginku...

Menanti cinta yang datang tiba-tiba memang sangat mengesankan
Tapi ku rasa hanya sedikit yang ingin begitu...
Dan semakin sedikit pula muncul kemungkinan,
Untuk ada yang menjemputku di taman itu
Entah adakah yang bisa menemukan bunga biasa seperti ku?
Sementara banyak bunga cantik yang berada di taman itu

Namun, dibalik ragu itu ku yakin
Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Aku yakin Ia takkan membiarkan ku sendiri...
Aku yakin Ia akan memberi jawaban yang terbaik atas semua harapan yang tersemat dalam sanubari para hamba-Nya

Percayalah karena iman itu sederhana, cukup hanya karena Allah semua akan menjadi indah...

Selasa, 01 Januari 2013

Rangkaian Kisah Dalam Buku Sampul Ungu


dalam lembaran kertas itu berisi cerita kesenangan dan kesedihan yang menggambarkan perasaan si kuncup bunga yang baru mekar kemudian jatuh cinta, tertawa dan tersenyum karenanya, namun lembaran kertas terakhir hanyalah cerita yang dirundung perasaan sedih 
karena duri ikut menancap di kelopaknya saat akhir kepercayaan itu saat akhir perpisahan itu...
Ini bukanlah kenangan indah, maka dari itu ingin sekali rasanya rangkaian cerita dalam lembaran itu disimpan sebagai pelajaran bukan kenangan...
dia tak pernah menyadarinya!! memang tak ingin menyadarinya karena ia paham betul perasaan yang ada disaat itu...
semoga tidak termakan rayap kisah-kisah itu sebelum ditemukan oleh pemiliknya... doa--- tentu saja dia selalu berdoa agar kisah itu tidak hilang dengan tersimpannya cerita dalam memori otaknya yang cukup kuat mengingat kisah itu meskipun ia tidak berusaha mengingatnya entah mengapa banya sekali cerita yang teruntai dengan sendirinya dalam memorinya... inikah yang dinamakan takdir? inikah rangkaian cerita yang tak terputus? entah apa hikmah dibalik semua ini.. dia yakin inilah salah satu skenario Yang Maha Kuasa tak perlu ada yang disesalkan atau merasa dirugikan.. pasti ada baiknya, dan sekali lagi kelopak bunga itu mencoba mekar kembali melanjutkan kisah dari buku sampul ungu tersebut.

Sabtu, 01 Desember 2012

Satu Desember

Ternyata benar.. aku lebih senang berkata aku baik-baik saja, atau dulu aku hanya sedikit sensitif ketimbang bilang "aku sangat sedih karenamu",
aku lebih suka berkata mata bengkak karena nonton film, bukan karena"hatiku perih disakiti mu"
sejak saat itu rasanya hari-hari ku menjadi sangat berat untuk dilalui...
yaa karena kamu tidak mengerti.. dan tidak pernah mengerti apa yang ku rasa..

ternyata perasaan yang sudah sejak dulu ada ga ada artinya dan gunanya sama sekali..
mengapa aku hanya menjadi saksi cinta kalian berdua?????
apa mencintai itu butuh alasan yang kuat?? aku ga punya alsan mengapa aku bisa mencintainya selain dy satu iman dan baik!!
ya memang benar aku dari luar mungkin terlihat kuat, tapi tak bisakah kau membaca sedikit sisi lemahku?

Ohh Tuhan cobaan apa lagi ini.. apakah kau menguji ketabahan dan kesabaranku??
jika begitu.. aku akan berusaha lebih tabah dan kuat menjalani ini semua,,

satu desember menjadi awal yang baru dan sebagai saksi atas lukaku.