Tampilkan postingan dengan label Puisi Karanganku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Karanganku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

Sepucut Surat Rindu

Tempat ini ramai,
namun mengapa terasa sepi
Dinding ini penuh,
namun dimataku tak terlihat apapun

Naik turun sorotan mataku
ku perluas pula pandanganku
Berulang kali jemari ku mencari
menu
untuk menemukan sumber tawaku
Berulang kali jemari ku meremas
kekecewaan dihadapanku

Engkau yang memang jauh dari jangkauanku kemanakah kini?
Ku cari kau tanpa tahu arah
Ku cari kau tak kenal lelah
walau tersesat dan bingung
ku tak akan pasrah dan menyerah

Hilangmu bagai buih di lautan Usahaku menjagamu dari hilang
Tak mampu ku lakukan
Hanya menatap harapan kosong

Di depan layar ini ku pejamkan mata
mengerut terkejut ekspresiku sementara
Bak merasa ditiup angin dingin
Ku tutup kembali ruang ini

Dengan hela nafas yang gemuruh Hatiku memanggil....
Hatiku memanggil....
Engkau yang sedang ku rindui
Engkau yang ku inginkan ada disisi
Hadirlah.. jangan buat ku merasa sepi seperti ini
Hadirlah.. dengan kepolosanmu yang menentramkanku
Hadirlah.. dengan sesederhana sikapmu yang membuatku terpesona

Dengan apa adanya dirimu
Ku bahagia mengenalmu
Ku bahagia tiada tara
Saat sadar engkau dapat menjadi sumber tawaku
Engkau membuat kemurungan menjadi keceriaan
semoga engkau segera hadir
Hatiku masih memanggil namamu

Senin, 09 Desember 2013

Percaya dalam Penantian

Ketika orang tua berharap
Sampai berdecak kagum dengan kata "semoga"
Apakah ada yang ingin mengelaknya?
Tidak! sesungguhnya hati nurani hanya ingin memenuhinya

Pesannya, Jagalah dirimu nak...
Tundukkan pandanganmu...
Jangan sengaja berlemah lembut pada yang bukan mahram mu..
Bersikaplah yang biasa saja...
Lindungi kehormatanmu...
Jangan dekat dengan siapa pun...
Jalani lah ta'aruf, "Mama akan sangat senang sekali, jika kamu bisa begitu nantinya", sembari tersenyum elok dipandang wajahnya...

Dengan tersenyum ku katakan "aamiin"..
Entah sudah keberapa kalinya beliau mengatakan itu...
Dalam hati aku hanya tertegun,
Aku tidaklah secantik mawar di taman
Aku tidaklah seperti melati yang semerbak harumnya
Aku bukanlah anggrek yang menawan dan anggun eloknya
Aku hanya bunga biasa yang mekar di taman itu...
Bunga biasa yang memiliki harapan tinggi
Bunga yang hanya bisa terus menerus berusaha memperbaiki diri
Bunga yang hanya bisa menanti dengan doa dan kesabaran...
Berharap dapat wujudkan harapan sang Bunda yang tercinta

ketika rasa harus disimpan
Sesak terasa mengekang di jiwa
Aku tak tahu apakah ini baik
Tapi ia mengatakan "itu baik, dalam diam bersabarlah."

Sejujurnya masih ada rasa khawatir dalam hati...
Bertanya bagaimana cara mengalihkan rasa itu?
Bilamana ia muncul tiba-tiba..
Bagaimana caraku untuk menunjukkan bahwa aku ingin berkata "iya",
Sementara ada batas yang terus mengingatkan ku untuk menjaga niat dan inginku...

Menanti cinta yang datang tiba-tiba memang sangat mengesankan
Tapi ku rasa hanya sedikit yang ingin begitu...
Dan semakin sedikit pula muncul kemungkinan,
Untuk ada yang menjemputku di taman itu
Entah adakah yang bisa menemukan bunga biasa seperti ku?
Sementara banyak bunga cantik yang berada di taman itu

Namun, dibalik ragu itu ku yakin
Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Aku yakin Ia takkan membiarkan ku sendiri...
Aku yakin Ia akan memberi jawaban yang terbaik atas semua harapan yang tersemat dalam sanubari para hamba-Nya

Percayalah karena iman itu sederhana, cukup hanya karena Allah semua akan menjadi indah...

Selasa, 19 November 2013

Sendu Di Langit Hitam

Ketika sendiri
bayang sendu menghampiri
Ku tahu kau tak disini
Hanya payung hitam yang menemani

Kau beri ku bahagia
di bawah langit senja
Kau beri ku luka
tak terkira rasanya

Dalam lamunku
Ku peluk erat diriku
Ku keraskan hatiku
Menerima sendu ku
Di bawah langit hitam

Ku payungi diri ku
Dari rintikan hujan yang menyakitiku
Dari halilintar yang merapuhkanku
Bagai sendu dan amarahku yang melekat pada hatiku
Mengapa tak kunjung pergi?
Sendu di bawah langit hitam menjadi memori pahitku...

Sesungguhnya aku hanya dapat berpayung dengan mengingat Pencipta-Ku
Dengan mengingat kasih orang tua ku
Dengan mengingat betapa menyedihkannya diri ini
Jika dikalahkan oleh ego dan dusta mu

Sampai saat ini ku masih sendiri
Menanti sosok yang elegan dan bijaksana
Untuk menarik ku ke dalam payungnya
Payung biru miliknya
Berharap dapat menggantikan
Payung hitamku dengan keceriaannya yang tulus
langit hitamku menjadi langit biru
yang membahagiakanku

Senin, 14 Oktober 2013

Harus Ku Sadari Itu

Saat membalikkan kertas putih, ia berkata itu hitam
Saat memungut serpihan kaca, ia berkata itu pantas
Saat memberikan lilin, ia berkata itu harus padam
Saat menggores luka, ia berkata itu harus lekas

Saat mencoba menolong, ia berkata itu pamrih
Saat mencoba peduli, ia berkata acuhkan saja
Saat mencoba diam, ia berkata tak tahu balas kasih
Saat mencoba acuh, ia berkata lebih baik mati saja

Gemerincing lonceng memecah kebisuannya
Sederhana, namun tahukah kamu maksudnya?
Gemerlap malam memecah keheningannya
Sederhana, namun tahukah kamu maksudnya?
Gema suara adzan menenangkan hati para hamba-Nya
Sederhana, namun tahukah kamu rasanya?
Lantunan ayat suci Al-Qur'an menyejukkan hati para hamba-Nya
percayakah? percayakah kamu? diam, dengarkanlah!
hati yang kalut maupun yang lembut akan tenggelam
dalam rasa damai itu, hanya Allah SWT'tempat kembali kita

Tidak peduli, bagaimana nasib dan takdir menyapa
Tidak peduli, bagaimana sambutan dunia
Hanya bisa menjalani dengan sebaik-baiknya
Teguhkanlah kesadaran bahwa kita adalah hamba-Nya
dan pasti hanya Allah SWT tempat kembali kita


19 Juli 2013

Minggu, 13 Oktober 2013

Rangkaian Kisah Dalam Buku

dalam lembaran kertas itu berisi cerita kesenangan dan kesedihan yang menggambarkan perasaan si kuncup bunga yang baru mekar kemudian jatuh cinta, tertawa dan tersenyum karenanya, namun lembaran kertas terakhir hanyalah cerita yang dirundung perasaan sedih
karena duri ikut menancap di kelopaknya saat akhir kepercayaan itu saat akhir perpisahan itu...
Ini bukanlah kenangan indah, maka dari itu ingin sekali rasanya rangkaian cerita dalam lembaran itu disimpan sebagai pelajaran bukan kenangan...
dia tak pernah menyadarinya!! memang tak ingin menyadarinya karena ia paham betul perasaan yang ada disaat itu...
semoga tidak termakan rayap kisah-kisah itu sebelum ditemukan oleh pemiliknya... doa--- tentu saja dia selalu berdoa agar kisah itu tidak hilang dengan tersimpannya cerita dalam memori otaknya yang cukup kuat mengingat kisah itu meskipun ia tidak berusaha mengingatnya entah mengapa banyak sekali cerita yang teruntai dengan sendirinya dalam memorinya... inikah yang dinamakan takdir? inikah rangkaian cerita yang tak terputus? entah apa hikmah dibalik semua ini.. dia yakin inilah salah satu skenario Yang Maha Kuasa tak perlu ada yang disesalkan atau merasa dirugikan.. pasti ada baiknya, dan sekali lagi kelopak bunga itu mencoba mekar kembali melanjutkan kisah dari buku sampul ungu tersebut.

Sabtu, 08 Desember 2012

Seperti Coelenterata

Hangat... Panas...
Sejuk... Dingin...
Di hati maupun pikiran
Aku pernah merasakannya!
Seperti Coelenterata
Dengan nematokis kau dapat menyengat
dan melumpuhkan diriku dalam waktu sekejap
Terbawa pada dekapmu
Kau polip yang memiliki tentakel
Aku terjerat oleh mu...
Meski telah terjerat
Aku tak ingin dilepaskan
Dan jangan pernah kau lepaskan
Meski terkadang sakit yang ku rasa.

Ku Pikir

Tahukan kamu???
Balon yang terlepas dari genggaman
Kemudian terbang dan makin lama...
Makin tinggi berputar-putar lalu
Jatuh juga entah kemana...
Itulah perasaanku!!

Tahukah kamu???
Suntikan dokter menyakitkan
Namun menyembuhkan
Seperti itulah dirimu...

Tahukah kamu???
Kayu bakar yang dipakai pada api unggun?
Seperti itulah perkataanmu membuat hatiku panas menggelora
Namun terkadang hangat juga

Ku tulis bait demi bait rangkain kata ini
Dengan pena sambil berpikir
Kata apa yang tepat
Untuk menggambarkan rangkain puisi ini??

Ya... aku tahu
Saat mendengar lagu 'I think I Love You'
Ya aku sadar kata yang tepat
adalah "Ku Pikir Aku Mencintaimu"


note : jangan asal copas ya, kalo mau copas isiin nama pengarangnya yaitu SAYA. hehe makasih ^^